Berita Muratara, Rupit — Ketua ORADO Muratara, Indra Yani, menegaskan bahwa kejuaraan domino yang digelar serentak di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan pada Minggu (15/02/2026) bukan sekadar ajang permainan biasa.
Dalam sambutannya, Indra Yani menyampaikan bahwa momen ini merupakan sejarah baru bagi dunia olahraga rekreasi di Indonesia.
“Hari ini kita berdiri di sini bukan sekadar untuk membuang batu gaple. Detik ini, bersama saudara-saudara kita di 17 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, kita sedang mencetak sejarah! Kejuaraan olahraga serentak pertama di Indonesia,” tegasnya di hadapan para peserta.
Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi oleh ORADO Muratara bersama jajaran ORADO Sumsel ini bertujuan meruntuhkan stigma negatif terhadap permainan domino.
Ia menekankan bahwa domino bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan olahraga yang mengandalkan kecerdasan, fokus, strategi, dan mental juara.
“Kita buktikan kepada dunia bahwa domino bukan sekadar teman begadang di pos ronda. Domino adalah olahraga otak! Domino adalah panggung bagi mereka yang cerdas, fokus, dan memiliki mental juara,” ujarnya penuh semangat.
Indra Yani juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan disiplin selama pertandingan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini menerapkan aturan ketat bertajuk “The Law of Domino 101”.
“Tidak ada suara, tidak ada kode mata, dan tidak ada asap rokok. Semua harus profesional,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut para peserta bukan lagi sekadar pemain domino bawah tenda, melainkan calon atlet domino profesional yang siap mengharumkan nama daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan KONI Muratara, jajaran Polres Muratara, Polsek Karang Dapo, Polsek Rawas Ilir, serta unsur TNI dari Danramil Rawas Ilir.
Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, kejuaraan ini diharapkan menjadi tonggak awal pengembangan domino sebagai cabang olahraga yang diakui dan berprestasi di tingkat nasional.(Zm)
Pewarta: Zm
Editor : Ario






