Iklan

Iklan

,

Iklan

 

Istri Jenderal (Purn) Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Kapolri dan Bhayangkari Sampaikan Duka Mendalam

Berita Muratara
Rabu, 04 Februari 2026, 01.54.00 WIB Last Updated 2026-02-03T18:54:37Z

 


Berita Muratara, Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, wafat pada Selasa (3/2/2026) pukul 13.24 WIB dalam usia 100 tahun setelah menjalani perawatan karena sakit.


Kepergian sosok yang dikenal sebagai pendamping setia Jenderal Hoegeng tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi Polri dan Bhayangkari. Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka kawasan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat.


Kapolri bersama Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar Polri dan Bhayangkari, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Eyang Meri. Dalam pernyataan resminya, Polri menyebut almarhumah sebagai figur teladan yang selama hidupnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya dalam menjaga nilai-nilai kehormatan, integritas, serta marwah institusi kepolisian.


“Beliau bukan sekadar saksi sejarah perjalanan Polri, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami semua. Semangat pengabdian dan nilai-nilai luhur yang beliau wariskan menjadi inspirasi nyata bagi seluruh anggota Polri dan Bhayangkari,” demikian disampaikan dalam ungkapan duka tersebut.


Polri juga mendoakan agar segala jasa serta amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, disampaikan harapan agar senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi masa duka ini.(Red) 

Pewarta: Zm

Editor : Ario 

Iklan